Berkebun di Lahan Terbatas ? Kenapa Tidak – Ada Paranet

Berkebun Tanaman Anggrek dengan Menggunakan Paranet
June 29, 2016
5 Tips Gaya Hidup dengan Mengkonsumsi Makanan Sehat
June 30, 2016

Berkebun di Lahan Terbatas ? Kenapa Tidak – Ada Paranet

Mempunyai rumah dengan halaman luas penuh pepohonan tentu idaman banyak orang. Sejauh mata memandang kehijauan di mana-mana. Namun bagaimana yang tinggal di kota? Bisa memiliki rumah tipe 36 dengan luas tanah 70an meter persegi di pinggiran kota saja saja harus mencicil hingga 15 tahun, bagaimana bermimpi punya rumah dengan halaman ratusan hingga ribuan meter persegi?
Namun, keterbatasan tersebut ternyata tidak menghalangi keinginan banyak orang untuk bercocoktanam. Saat ini hobi berkebun mulai menjadi trend di kalangan warga perkotaan. Walaupun mereka hanya memiliki halaman sempit dan terbatas, bisa panen sayuran dari kebun sendiri, itu sesuatu sekali.

Berbagai jenis sayuran ditanam memanfaatkan wadah-wadah bekas. Ada kacang panjang, kangkung, bayam, pokcoy, sawi, cabai, tomat dan beberapa jenis tanaman semusim lainnya. Namun, terkadang curah hujan dan terik mentari yang tidak sesuai dan berlebih merubuhkan bibit-bibit sayuran yang mulai bertunas. Tak jarang bayam dan sawi yang awalnya tumbuh subur, mendadak rebah dan akhirnya mati terkena cipratan air hujan. Bibit-bibit ini belum memiliki akar yang kuat dan dalam, sehingga rentan keluar saat tanah di sekelilingnya habis tersapu hujan. Kecewa tentu, setelah berharap upaya membudidayakan sayuran sendiri gagal tercapai.
Untuk mengatasinya, perlu diberi sedikit peneduh sehingga resiko tanaman muda rebah kala menerima air hujan serta sinar matahari berlebih tidak terjadi lagi dan mereka dapat tumbuh dengan sempurna hingga masa panen tiba. Peneduh ini bisa dalam bentuk atap atau pohon tinggi.

Ternyata bukan hanya sinar matahari serta curah hujan berlebih yang menjadi kendala. Gangguan juga dapat berasal dari hewan peliharaan yang ada di sekitar rumah, atau dari hama tanaman itu sendiri. Burung, ayam serta kucing sering menjadi hewan pengganggu, terutama jika halaman rumah tidak mempunyai pagar masif sebagai pembatas.

Ya, perlindungan terhadap tanaman memang harus dibuat semaksimal mungkin. Baik terhadap faktor alam dam berasal dari atas (curah hujan dan sinar matahari), maupun yang berasal dari lingkungan sekitar (hewan peliharaan).
Salah satu cara efektif dengan meletakkan tanaman di atas rak dan di bawah atap pelindung. Namun, jika halaman masih cukup luas, berkebun langsung di tanah tentu lebih menyenangkan, sebab tidak semua sayuran bisa tumbuh baik jika ditanam dalam pot ataupun wadah bekas.
Menggunakan paranet, shadingnet atau jaring peneduh adalah solusi paling tepat!

Apakah itu paranet, shadingnet atau jaring peneduh?

Paranet, shadingnet atau jaring peneduh adalah semacam jaring yang awalnya digunakan untuk mengurangi intensitas sinar matahari yang mengenai tanaman. Tidak semua tanaman menyukai sinar matahari berlebih bahkan akan menyebabkan layu dan mati. Dengan kerapatan yang beragam, paranet, shadingnet atau jaring peneduh dapat dipilih sesuai kebutuhan. Kerapatan paranet, shadingnet atau jaring peneduh ini menunjukkan persentase sinar matahari yang dapat dihalau agar tidak sampai ke tanaman. Misalnya paranet, shadingnet atau jaring peneduh dengan kerapatan 65%, berarti hanya sebanyak 35% saja sinar matahari yang sampai ke tanaman.
Disamping itu, ternyata paranet, shadingnet atau jaring peneduh juga mempunyai banyak fungsi, antara lain membantu menahan air hujan dan angin. Butiran hujan yang jatuh langsung dari langit memiliki tekanan tinggi, paranet, shadingnet atau jaring peneduh berfungsi untuk memecah butiran hujan tersebut, sehingga tidak langsung terkena tanaman. Demikian pula dengan faktor angin yang terkadang bertiup kencang dan mampu merubuhkan tanaman, paranet, shadingnet atau jaring peneduh berguna untuk mengurangi kecepatan angin mengenai tanaman.
Paranet, shadingnet atau jaring peneduh juga berfungsi untuk mengontrol temperatur serta ventilasi udara. Sirkulasi udara yang tepat dan baik, tentu sangat membantu pertumbuhan tanaman dengan sempurna.

Terakhir, paranet, shadingnet atau jaring peneduh yang dipasang sebagai pagar di sekeliling lahan, dapat melindungi tanaman dari serangan hewan peliharaan ataupun hewan pengganggu di sekitar, semisal ayam, kucing, bekicot ataupun tikus yang berkeliaran.
Itulah beberapa manfaat paranet, shadingnet atau jaring peneduh khususnya bagi para penggemar berkebun namun memiliki lahan terbatas. Semoga dengan informasi ini, dapat menambah semangat bercocok tanam dan menghasilkan sayuran dari kebun sendiri.

Baca Juga :

Berkebun Tanaman Anggrek dengan Menggunakan Paranet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *