Garam Putih dan Hiegienis Dengan Alas Tambak LDPE

Penggunaan Waring, Cara Mudah Penanganan Panen Sayuran
October 2, 2018
Plastik UV vs Paranet, Mana yang lebih baik ?
October 15, 2018

Garam Putih dan Hiegienis Dengan Alas Tambak LDPE

Garam adalah benda padat berwarna putih berbentuk kristal yang merupakan kumpulan senyawa dengan bagian terbesar Natrium Chlorida (>80%) serta senyawa lainnya, seperti Magnesium Chlorida, Magnesium Sulfat, dan Calsium Chlorida. Garam dalam bentuk alaminya adalah mineral kristal yang dikenal sebagai batu garam atau halite. Sumber garam yang didapat di alam berasal dari air laut, air danau asin, deposit dalam tanah, tambang garam, sumber air dalam tanah. Komponen – komponen tersebut mempunyai peranan penting bagi tubuh manusia, sehingga diperlukan konsumsi garam dengan ukuran yang tepat untuk menunjang kesehatan manusia.

Cara pengolahan garam di Indonesia cenderung masih konvensional dan bergantung terhadap keadaan alam. Proses pengolahan garam di negara ini masih menggunakan prinsip penjemuran dengan sinar matahari dan membutuhkan waktu 10-15 hari. Proses pengolahan garam yang membutuhkan waktu lama dan terlalu bergantung terhadap sinar matahari yang akhir-akhir ini tidak menentu kondisinya, membuat garam produksi dalam negeri tidak sebanding dengan permintaaan masyarakat. Selain itu, garam hasil produksi dalam negara yang hanya dijemur, kualitasnya masih jauh di bawah negara-negara yang dengan teknologi canggihnya dapat menghasilkan garam dalam waktu cepat namun dengan kualitas yang baik.

Pada tambak garam lokal yang bersifat tradisional belum memiliki tata letak yang tepat sehingga hasil produksinya tidak maksimal. Perubahan lahan yang digunakan pada metode ini adalah penambahan beberapa jenis kolam yang akan memaksimalkan produksi. Penambahan ini meliputi adanya bunker (kolam tadah air tua), sistem ulir dan saluran pembuangan. Perbandingan luas tiap kolam yang meliputi kolam penampungan air muda, 3 kolam penguapan, sistem ulir, kolam tadah air tua, dan meja pengkristalan masing-masing adalah 10% : 25% : 25% : 10% : 30%. Jadi meja pengkristalan mengalami peningkatan luas yang sangat tinggi. Selain penambahan kolam juga diadakan penambahan fasilitas pada tiap kolam, misanya pada meja pengkristalan diberi atap sehingga proses kristalisasi menjadi anti hujan.

Adanya tambahan uji kualitas kontrol air diberlakukan untuk meminimalisir kegagalan produk akibat kurang layak konsumsi. Dengan budaya kontrol kualitas air dengan berbagai filter bahan akan memenuhi standar garam konsumsi yang telah ditetapkan. Selain kualitas air, kemurnian air dari senyawa-senyawa yang tidak dibutuhkan juga perlu diperhatikan. Penambahan senyawa-senyawa kimia diperlukan untuk meningkatkan kualitas bahan dan hasilnya mengandung kadar yang layak konsumsi.

Metode pengeringan yang diterapkan masih mengandalkan panas matahari namun ada beberapa alat yang dipasang agar proses pengeringan ini berlansung dengan cepat. Pada kolam penguapan ketiga dipasang plastik hitam pekat sebagai alas yang akan menangkap lebih banyak panas matahari. Pada meja pengkristalan dipasang beberapa mesin pengering untuk mempercepat proses kristalisasi. Selain itu pemasangan atap dari asbes bening juga dilakukan di meja pengeringan gua memberikan efek rumah kaca yang akan memaksimalkan proses pengeringan.

Lim corporation menyediakan plastik alas tambak garam yang berbahan LDPE,dengan menggunakan plastik ini dijamin panen garam semakin cepat selain itu garam semakin putih dan hiegienis sehingga nilai jualnya tinggi. Untuk info harga plastik LDPE terupdate silahkan klik DISINI . Atau anda bisa hubungi kami Call/WA 085233925564 – 087702821277 – 081232584950. 

BELI SEKARANG..!

Chat langsung dengan admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *