Kelebihan Penggunaan Mulsa Plastik Hitam Perak dalam Budidaya Lele

Jenis Mulsa Plastik yang tepat Untuk Pertumbuhan Terong
August 2, 2016
Mengusir Hama Trip Tanpa Pestisida dengan Mulsa Plastik
August 2, 2016

Kelebihan Penggunaan Mulsa Plastik Hitam Perak dalam Budidaya Lele

Menjamurnya usaha kuliner di Indonesia menjadi sebuah peluang untuk pembudidaya lele. Hampir di seluruh warung penyet di kaki lima sampai bintang lima akan kita temui menu lele dengan berbagai macam jenis olahan. Lele merupakan salah satu jenis air tawar dengan ciri umum berwarna hitam, licin, memiliki sungut. Lele menjadi salah satu ikan yang mudah dalam pembudidayaan. Tidak membutuhkan air yang terus mengalir dan berganti untuk tetap bisa bertahan hidup. Jadi, budidaya lele menjadi salah satu altrnatif yang dapat dipilih bagi Anda yang ingin membudidayakan lele dengan stok air yang tidak banyak.
Terdapat dua alternatif kolam untuk budidaya lele, yaitu kolam permanen dan kolam tidak permanen. Kolam permanen merupakan kolam yang dibangun dengan batu bata dan semen. Kolam tidak permanen merupakan tanah yang dilubangi dengan ukuran tertentu kemudian dilapisi dengan mulsa plastik. Kolam yang ideal untuk budidaya lele adalah 7 X 6 meter atau 8 X 7 meter. Kedalaman kolam yang akan digunakan sebagai pembibitan ikan sebaiknya berukuran ¼ meter sedangkan untuk pembesaran kolam setinggi 1,5 meter.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih detail mengenai kolam non permanen yang dilapisi dengan mulsa. Mulsa yang digunakan untuk tambak biasanya mulsa plastik hitam perak. Jenis plastik ini juga digunakan untuk menanam cabai dan sebagainya. Beberapa keuntungan jika Anda melakukan budidaya lele dengan menggunakan Mulsa Plastik Hitam Perak akan diuraikan di bawah ini.

1.Meminimlisir tercemarnya air yang meresap melalui tanah
Penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya untuk kebutuhan sehari-hari semakin tidak dapat kita kendalikan. Hal ini berdampak pada pencemaran tanah. Tidak bisa dipungkiri limbah rumah tangga menjadi salah satu penyumbang terjadinya pencemaran tanah. Tentunya terdapat kegelisahan bagi Anda yang melakukan budidaya lele di daerah perumahan. Rasa khawatir akan adanya limbah rumah tangga yang meresap melalui tanah akan membuat lele yang sedang dibudidayakan menjadi sulit berkembang atau bahkan mati. Mulsa plastik merupakan salah satu alternatif yang dapat Anda pilih agar hal yang dicemaskan (masuknya limbah ke dalam kolam) tidak terjadi.

2.Kolam Terbebas dari lumut dan bakteri
Lumut yang tumbuh di sekitar kolam tidak baik untuk perkembangan benih lele. Adaya lumut dalam kolam dapat menjerat bibit lele sehingga bibit lele mati. Dengan menggunakan mulsa plastik hitam perak Anda dapat mengindari hal tersebut. Pemasangan mulsa hitam perak dapat mengurangi intensitas cahaya matahati ke kolam, sehingga lumut tidak akan tumbuh. Pemasangan mulsa berwanra perak di lapisan atas juga mampu mengurangi tumbuhnya bakteri. Selain itu dapat kolam tidak akan terlalu lembab dan mempercepat fotosintesis.

3.Biaya yang dikeluarkan lebih minimalis
Dengan menggunakan mulsa Anda dapat lebih menghemat investasi untuk pembuatan kolam. Cukup dengan mengeluarkan biaya Rp. 1.200,- smpai Rp. 1.500,- per meter persegi Anda akan dapat memiliki kolam dengan kondisi yang pas untuk pertumbuhan lele Anda. Itu artinya untuk satu kolam lele ideal dengan ukuran 7 X 8 meter Anda membutuhkan biaya Rp. 67.200,- sampai Rp. 84.000,-

4.Lahan tidak harus luas
Tidak harus menyediakan lahan khusus untuk budidaya lele, Anda dapat memanfaatkan lahan yang ada di pekarangan rumah Anda sebagai tempat budidaya lele.

Demikian tadi beberapa kelebiahan penggunaaan mulsa plastik hitam perak dalam budidaya lele. Anda dapat mendapatkan banyak manfaat dengan biaya yang tidak terlalu besar. Pemesanan mulsa dengan ukuran yang sesuai dengan besar kolam Anda dapat menghubungi toko online kami. Kami melayani pejualan mulsa dengan ukuran khusus.

Baca Juga:

Tanaman Polybag Hiasan Penuh Manfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *