Paranet nylon kerapatan 75% untuk bed dryer kopi

Budidaya Belut Dengan Drum Praktis
December 8, 2017
Budidaya Tanaman Berumur Pendek,Menggunakan Polybag Hasil Lebih Baik
December 16, 2017

Paranet nylon kerapatan 75% untuk bed dryer kopi

Kopi merupakan minuman seduhan biji kopi yang populer di lebih dari 50 negara.Penikmat kopi di Indonesia kian hari juga semakin banyak. Apalagi Indonesia merupakan negara eksportir terbesar ke empat. Citarasa dan popularitas kopi nusantara tidak perlu diragukan lagi.Indonesia termasuk negara penghasil kopi dengan citarasa terbaik dngan harga termahal didunia. Letak geografis Indonesia yang tepat ternyata menjadi sebuah aspek yang penting sehingga Indonesia merupakan tempat yang cocok untuk perkebunan kopi. Indonesia memiliki letak yang ideal dan juga iklim yang sempurna untuk pertumbuhan serta produksi kopi. Tak heran bukan jika kita banyak menemukan perkebunan kopi di Indonesia.

Baca juga :

Memanfaatkan Paranet untuk peneduh lapangan Olahraga

Manfaat plastik UV proteksi 6% untuk kandang ayam

Penggunaan waring ikan untuk pagar tanaman

High Quality , Best Produk Montana Original Mulsa Plastik

Kopi nusantara pertama kali dibawa oleh Belanda yang ditanam dalam wilayah Batavia. Kemudian penanaman kopi menyebar hingga ke wilayah bogor dan sukabumi. Indonesia terbukti memiliki iklim yang hampir ideal untuk produksi kopi dan karenanya perkebunan-perkebunan segera didirikan di wilayah-wilayah lain di Jawa, Sumatra dan juga di Sulawesi.

Perkebunan kopi di Indonesia masih dalam skala kecil dengan luas lahan sekitar 1-2 hektar yang terpencar diberbagai wilayah,oleh karena itu menemukan lebih banyak kesulitan untuk menjaga volume produksi dan kualitas yang stabil, sehingga daya saing kopi Indonesia di pasar internasional kurang kuat terutama dengan negara vietman yang memiliki perkebunan skala besar. Pada saat ini, perkebunan kopi Indonesia mencakup total wilayah kira-kira 1,24 juta hektar, 933 hektar perkebunan robusta dan 307 hektar perkebunan arabika.

Kemudian dalam pengolahan biji kopi hingga ke cangkir penikmat kopi melewati banyak sekali tahap.Salah satu tahap penting itu adalah proses pengeringan kopi.Kopi memerlukan proses pengeringan sebelum disangrai. Kadar air pada kopi harus diturunkan hingga mencapai 9-11 persen sebelum disangrai agar hasilnya maksimal. Nah, proses pengeringan kopi ini ternyata memiliki beberapa pilihan. Setidaknya ada 3 jenis proses pengeringan kopi yang biasa dilakukan di industri kopi dunia.

Salah satunya adalah proses pengeringan tradisional yang hanya mengandalkan sinar matahari langsung saja. Biasanya proses pengeringan ini adalah proses yang paling banyak dilakukan oleh petani di Indonesia. Caranya yang dilakukan pun cukup mudah. Hanya dengan meletakkan kopi yang sedang diproses di atas wadah berjaring dan dijemur langsung menghadap sinar matahari. Beberapa koperasi kopi sudah memiliki drying station atau rumah pengeringan yang dibuat sedemikian rupa agar matahari bisa menyerap lebih banyak dari berbagai sisi dan kopi akan lebih cepat kering. Proses pengeringan natural ini memiliki kelemahan jika cuaca sedang buruk atau memasuki musim penghujan.

Dalam proses pengeringan kopi secara natural ini anda perlu membuat bed dryer yaitu alas untuk pengeringan, alas untuk pengeringan kopi ini bisa menggunakan kawat jaring atau paranet dengan bahan nylon.

Jika anda membutuhkan paranet nylon dengan kerapatan 75 % ukuran 1,8m x 50m untuk bed dryer biji kopi ,rempah-rempah dll silahkan CALL/SMS/WA 085233925564 – 087702821277 – 081232584950. Untuk info harga terupdate paranet silahkan klik DISINI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *