Tidak Hanya Arabika dan Robusta, Kopi Liberika Juga Cocok Dibudidayakan

Khasiat Ajaib Wasabi Asal Jepang
January 28, 2019
Yuk Mengenal Lebih Jauh Proses Tanam Hidroponik Modern Dengan Dutch Bucket System
February 12, 2019

Kopi adalah salah satu hasil perkebunan yang produktivitas dan permintaannya cukup tinggi. Ada 2 jenis kopi terbesar yaitu arabika dan robusta. Tetapi, selain keduanya, ada kopi liberika, sang penyelamat kopi arabika. Berikut adalah uraian tentang kopi liberika agar kita mengenalinya. Kopi adalah salah satu hasil perkebunan yang produktivitas dan permintaannya cukup tinggi. Ada 2 jenis kopi terbesar yaitu arabika dan robusta. Tetapi, selain keduanya, ada kopi liberika, sang penyelamat kopi arabika. Berikut adalah uraian tentang kopi liberika agar kita mengenalinya.

Sejarah Kopi Liberika

1. Tanaman liberika dahulu pernah diserang penyakit karat daun atau Hemileia vastatrix, sehingga diganti dengan jenis robusta.
2. Produksi liberika yang diperdagangkan di dunia kurang dari 1% dari seluruh jenis kopi.
3. Tahun 1875, liberika didatangkan ke Indonesia.
4. Tanaman liberika masuk ke Jawa, di mana bibitnya mula-mula dikembangkan di kebun Penelitian Bogor, untuk menggantikan jenis arabika yang rusak terserang Hemileia vastatrix.
5. Tahun 1885 dihasilkan kawin silang antara kopi jenis liberika dengan arabika, untuk menggantikan arabika yang terserang Hemileia vastatrix. Sehingga, menghasilkan hibrida baru yang lebih resisten terhadap Hemileia vastatrix.
6. Tahun 1900, Linden mengirimkan robusta ke Jawa, untuk melihat resistensinya terhadap Hemileia vastatrix.
7. Tahun 1907 hampir seluruh perkebunan liberika di dataran rendah rusak karena Hemileia vastatrix. Sehingga kemudian, pemerintah Belanda menggantinya dengan robusta.
8. Tahun 1919, di Jawa dan pulau-pulau lain di Hindia Belanda memiliki 142.272 Ha areal perkebunan kopi. Di mana pada lahan seluas 4.940 Ha ditanami kopi jenis liberika.
9. Dahulu, liberika dibudidayakan dan disenangi petani Indonesia. Tetapi justru kini mulai ditinggalkan. Karena, berat biji kopi kering yang hanya sekitar 10% dari berat biji kopi basah. Selain itu, rendemen bijinya 10 – 12% membuatnya semakin tidak berkembang.
10. Di Pulau Jawa, kopi liberika populer pada tahun 1880 – 1905.

Kopi Liberika
Merupakan kopi yang berasal dari dataran rendah Monrovia, Liberika. Tanaman kopi liberika tumbuh liar di wilayah Afrika, terutama Afrika Barat. Daerah penyebarannya di Afrika, meliputi wilayah Uganda, Nigeria, Gana, Gambia, Gabon, Faso, Liberia, Burkina, Anggola, Kamerun, Pantai Gading serta Maurtania. Tanaman kopi liberika penyebarannya sangat cepat serta tetap subur di daerah yang tingkat kelembabannya tinggi dan panas. Buah kopi liberika dan tingkat rendemennya yang rendah, sehingga menjadikannya lebih buruk kualitasnya dibandingkan kopi jenis arabika.

Syarat Tumbuh LiberikaSyarat Tumbuh LiberikaBerikut adalah syarat tumbuh tanaman liberika, yang sebaiknya dipenuhi untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksinya.

1. Ketinggian 0 – 900 m dpl. Tetapi, tanaman liberika masih bisa tumbuh dan berbuah dengan baik di ketinggian 1200 m dpl.
2. Curah hujan 1250 – 3500 mm/tahun atau optimalnya 1500 – 2500 mm/tahun, dengan bulan kering 3 bulan.
3. Suhu rata-rata 21 – 30 0
4. Dapat tumbuh subur di daerah dengan kelembaban yang tinggi dan panas.
5. Kemiringan tanah < 30% dan kedalaman efektifnya > 100 cm.
6. Ditanam pada tanah berlempung sampai tanah berpasir sekali pun, dengan struktur lapisan atas remah.
7. Tetap bisa tumbuh baik di lahan marjinal, terutama lahan gambut.
8. Jarak tanam yang dianjurkan 3 x 3 meter atau bisa juga 4 x 2,5 meter.
9. Sifat kimia tanah yang dianjurkan, yaitu pada lapisan 0 – 30 cm

Ciri-ciri Tanaman LiberikaCiri-ciri Tanaman Liberika

1. Tajuk tanaman tingginya 3,5 – 4 meter, bahkan bisa lebih dari 5 meter.
2. Cabang primer dalam 1 buku, bisa menghasilkan bunga atau buah lebih dari 1x. Cabang primernya mampu bertahan lebih lama.
3. Buahnya bulat sampai lonjong dan panjangnya 18 – 30 mm.
4. Satu buah berisi 2 biji kopi.
5. Buahnya berukuran lebih besar sekitar 2 – 3 cm, tetapi bijinya kecil.
6. Daging buahnya tebal.
7. Bijinya membulat oval, dengan ukuran panjang 0,83 – 1,1 cm atau sekitar 7 – 15 mm dan lebar 0,61 cm.
8. Bijinya tidak seragam, meskipun tumbuh/berasal dari satu pohon yang sama.
9. Rendemen biji rata-rata 9,03%.
10. Daunnya lebat, besar dan mengkilat serta berwarna hijau atau hijau kecokelatan.
11. Termasuk tanaman menyerbuk silang dengan tanaman lain yang satu jenis.
12. Tanaman akan berbuah pada usia 3,5 tahun.
13. Mampu berbuah sepanjang tahun, dengan masa panennya 1 x 1 bulan.
14. Panen raya buah kopi liberika pada bulan Mei, Juni dan Juli. Panen kecil biasanya di bulan November, Desember sampai Januari.
15. Produktivitas buahnya lebih tinggi daripada kopi robusta.
16. Potensi produksi rata-rata sekitar 1,2 kg biji kopi/pohon atau sekitar 1,1 ton biji kopi untuk populasi 900 – 1100 pohon/Ha.
17. Memiliki 4 ciri warna buah kopi yang sudah masak/matang, yakni masak merah, oranye, kuning dan hijau.
18. Selain tahan terhadap kekeringan dan mampu tumbuh di tanah gersang, tanaman liberika memiliki susunan pohon yang kokoh dan tidak memerlukan hortikultura intensif.

Kopi Liberika Speciality Jambi
Tanaman kopi liberika di Tanjung Jabung Barat, ditanam pada iklim yang tropis basah, datarang tinggi dengan suhu maksimum 27 0C dan dataran rendah dengan suhu 32 0C serta curah hujan rata-rata 241,88 mm/tahun atau sekitar 100 – 300 mm/bulan. Kopi Libtukom ditanam pada 2.710 Ha lahan dengan ketinggian 0 – 5 m dpl, di lahan gambut, Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang tersebar di Kecamatan Betara, Bram Itam, Pengabuan, Tungkal Ilir, Kuala Tungal dan Senyerang.

Kopi Libtukom sudah dibudidaya di Tanjung Jabung Barat sejak tahun 1940-an. Kopi liberika menjadi jenis kopi yang banyak berkembang, dibudidayakan serta merupakan komoditas andalan selain sawit, karet dan pinang, di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, dengan sebutan “Kopi Liberika Tungkal Jambi” atau “Kopi Libtukom”. Nama Tungkal berasal dari nama ibu kota Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yaitu Kuala Tungkal. Tetapi awalnya, Libtukom dinamai dengan kopi Excelsa.

Bibit kopi membutuhkan waktu setidaknya 4 – 6 minggu, untuk sampai pada stadium serdadu, yaitu hipokotilnya tegak lurus. Lalu, untuk sampai stadium kepelan atau membukanya kotiledon, akan membutuhkan waktu 8 – 12 minggu. Untuk budidayanya, ada beberapa hal yang mendasar, yaitu sebagai berikut:

A. Pembibitan
Bibit kopi sebaiknya memiliki label dan jelas asalnya dari pohon induk, yang sehat, dengan 2 – 3 pasang cabang primer. Pasangan cabang primer pertama, masing-masingnya memiliki (minimal) 2 pasang daun.

B. Persiapan Lahan
Buatlah parit primer di tengak perkebunan per 1 hektare. Buatlah lubang tanam 40 x 40 x 30 cm. Biarkan lubang tanam terbuka selama sebulan. Untuk lahan datar, jarak tanamnya 3×3 meter atau 3×4 meter.

C. Penanaman
Bersihkan gulma di sekitar lubang tanam.
Penanaman dimulai di awal musim hujan.
Potong pangkal polybag dengan ketebalan 1 – 1,5 cm, untuk menghindari kemungkinan akar bengkok.
Sebulan pasca tanam, lakukan penyulaman jika ada tanaman yang mati.

D. Pemeliharaan / Perawatan
Untuk Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), tebas gulma dan bersihkan parit primer 1 x 3 bulan. Untuk Tanaman Menghasilkan (TM), lakukan pemangkasan ujung batang saat berumur 3 – 4 tahun, agar ketinggian tanaman seragam. Lakukan juga (pada TM) penyiangan gulma 1 x 3 bulan dan setelah usia 6 bulan pangkas tunas yang tidak diperlukan.

E. Panen
Panen dilakukan pagi sampai siang hari, manual dengan tangan dan selektif dalam memilih. Untuk pemanenan Buah Masak/merah yang Sehat dan Segar (BMSS), harus segera diolah. Tanpa penyimpanan atau pun pemeraman pasca panen, yang bisa menimbulkan kecacatan pada cita rasa.

# Harga Plastik UV 6% Untuk Pengeringan Kopi

Informasi harga plastik uv pengeringan kopi silahkan lihat di Daftar Harga

Untuk informasi update harga dan cara pemesanan silahkan langsung hubungi kami:

– SMS/Call/WA: 0877-0282-1277 (XL) / 0852-3392-5564 (As) / 08123-258-4950 (Simpati)

– Phone/Fax: 031-8830487

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *